Penyuluhan Remaja tentang Makanan Bergizi dan Bahaya Pernikahan Dini di Sidorejo

  • Sep 13, 2024
  • Lister Anggun Cahyanto

KIM SiBejo - Dalam rangka meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan dan masa depan yang lebih baik, kegiatan penyuluhan tentang makanan bergizi serta bahaya pernikahan dini digelar di Balai Desa Sidorejo. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Sidorejo bersama Tim Penggerak PKK dan Pemerintah Desa Sidorejo. Penyuluhan ini dihadiri oleh puluhan remaja dari berbagai dusun di Sidorejo. Jumat,(13/09/24). 

Dalam penyuluhan ini, pembicara utama dari Ketua TP PKK Sidorejo,Gimtatik Sugiyarti, menekankan dampak negatif pernikahan dini, terutama bagi kesehatan fisik dan mental remaja. "Pernikahan dini sering kali menghambat perkembangan remaja, baik dari segi pendidikan maupun kesehatan. Kehamilan di usia dini dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti kelahiran prematur, anemia, dan preeklamsia," jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa pernikahan dini dapat mempengaruhi psikologis remaja yang belum matang secara emosional untuk menjalani kehidupan rumah tangga.

Selain itu, dampak sosial dari pernikahan dini juga menjadi perhatian. Banyak anak yang harus putus sekolah dan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan karier dan potensi diri mereka. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memiliki pemahaman yang kuat mengenai masa depan dan pentingnya menyelesaikan pendidikan sebelum memasuki pernikahan.

Dalam sesi kedua,Ibu Gimtatik memberikan materi tentang pentingnya makanan bergizi bagi remaja. Nutrisi yang cukup pada masa remaja merupakan fondasi untuk tumbuh kembang yang optimal. Tim KKN menekankan perlunya pola makan seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. "Remaja yang mendapatkan asupan gizi yang tepat akan memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas, lebih fokus dalam belajar, dan terhindar dari risiko malnutrisi serta penyakit imbubnya,".

Dalam penyuluhan ini, juga dibahas bagaimana remaja dapat memilih makanan yang sehat meskipun dengan anggaran yang terbatas. Mereka diajarkan untuk mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, dan sumber protein nabati seperti tempe dan tahu, yang harganya terjangkau namun kaya akan nutrisi.

Acara penyuluhan ini juga menyoroti peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung pola hidup sehat serta pencegahan pernikahan dini. Kepala Desa Sidorejo, Bapak Heru Subiantoro, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini dan berharap para remaja dapat menerapkan pengetahuan yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. "Masa depan bangsa ini ada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, kesehatan dan pendidikan mereka harus menjadi prioritas kita bersama," ungkapnya.

Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan remaja Sidorejo memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan, memilih makanan yang bergizi, dan menunda pernikahan hingga mencapai usia yang matang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.(KIM SiBejo/Lyster).