Akhirnya Ketemu! Hilang Selama 4 Bulan, Warga Desa Sidorejo Ditemukan Selamat di Bondowoso
- Jul 06, 2026
- Dwi Bagus Sulistiono
- Ekonomi & Sosial
Rasa syukur menyelimuti keluarga Mat Arif (65), warga Dusun Wungurejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang. Setelah dinyatakan hilang selama kurang lebih empat bulan, akhirnya Mat Arif berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di Kabupaten Bondowoso.
Pada Minggu, 5 Juli 2026, Relawan Desa Sidorejo berangkat ke Bondowoso untuk menjemput Mat Arif setelah memperoleh informasi mengenai keberadaannya. Sebelum proses penjemputan dilakukan, relawan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bondowoso guna memastikan identitas dan proses penyerahan berjalan dengan baik.
Mat Arif diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang memiliki riwayat sering meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Menurut keterangan Bu Suminah, salah satu anggota keluarga, peristiwa ini bukan kali pertama terjadi.
"Ini sudah yang ke-11 kalinya beliau hilang. Bahkan sebelumnya pernah ditemukan sampai di Jawa Tengah. Alhamdulillah, kali ini juga bisa ditemukan kembali dalam keadaan selamat," ungkap Bu Suminah.
Selama berada di Bondowoso, Mat Arif mendapatkan perawatan dan tempat tinggal yang layak dari Bapak Sugi, seorang pegiat sosial yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat rentan, seperti orang terlantar, ODGJ, dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan.
Di kediamannya, Bapak Sugi menyediakan beberapa kamar khusus sebagai tempat tinggal sementara bagi mereka yang membutuhkan pertolongan. Berkat kepedulian tersebut, Mat Arif dapat menjalani hari-harinya dengan aman hingga akhirnya keluarganya berhasil menemukannya.
Relawan Desa Sidorejo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bapak Sugi serta jajaran Polsek Bondowoso yang telah membantu proses identifikasi dan penjemputan Mat Arif. Sinergi antara masyarakat, relawan, dan aparat kepolisian menjadi kunci sehingga warga Desa Sidorejo tersebut dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi penyandang gangguan jiwa yang membutuhkan perhatian dan pengawasan dari keluarga maupun lingkungan sekitar. Berkat kerja sama berbagai pihak dan semangat kemanusiaan, penantian panjang selama empat bulan akhirnya berakhir dengan kabar yang membahagiakan.