Monitoring dan Evaluasi Status Gizi Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan Balita dengan Gizi Kurang

  • Jul 31, 2024
  • Lister Anggun Cahyanto

KIM SiBejo - Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dan gizi kurang pada balita adalah masalah kesehatan yang serius di banyak negara berkembang. KEK pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan dan persalinan, serta memengaruhi kesehatan bayi yang dilahirkan.

Balita dengan gizi kurang menghadapi risiko perkembangan yang terganggu dan peningkatan kerentanan terhadap penyakit. Oleh karena itu, penting untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna menangani masalah ini secara efektif. Rabu, (31/07/24). 

Tujuan Monitoring dan Evaluasi ini adalah Mengidentifikasi Prevalensi KEK dan Gizi Kurang, Mengetahui tingkat prevalensi KEK pada ibu hamil dan gizi kurang pada balita di suatu wilayah, Mengevaluasi sejauh mana program intervensi gizi yang telah dijalankan berdampak pada peningkatan status gizi.

Acara yang bertempat di Balai Desa Sidorejo ini diawali dengan Pengukuran Antropometri, yaitu Mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas ibu hamil dan balita. Menggunakan indikator seperti Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk ibu hamil dan Z-score untuk balita, Mengumpulkan data terkait pola makan, frekuensi makan, dan akses terhadap layanan kesehatan.

Analisis Data:
Menghitung persentase ibu hamil dengan KEK dan balita dengan gizi kurang dari total populasi yang diteliti, Menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap KEK dan gizi kurang, seperti kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, dan akses terhadap layanan kesehatan.

Kepala Puskesmas Sumbersari Gim Tatik Sugiyarti, S.Kep.Ns saat diwawancarai di sela- sela kegiatan mengatakan bahwa," Dari hasil monitoring dan evaluasi, dapat diidentifikasi beberapa temuan utama yakni, Menilai keberhasilan program intervensi yang telah dijalankan, Meningkatkan pendidikan gizi bagi ibu hamil dan keluarga untuk memastikan pemahaman yang baik tentang pentingnya asupan nutrisi yang cukup.

Monitoring dan evaluasi status gizi ibu hamil dengan KEK dan balita dengan gizi kurang ini sangatlah penting untuk memastikan intervensi yang tepat dan efektif. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan prevalensi KEK dan gizi kurang dapat dikurangi, serta kualitas hidup ibu hamil dan balita dapat ditingkatkan.(KIM SiBejo/Lyster).