Lomba Tartil Meningkatkan Kecintaan dan Pemahaman Al-Quran

  • Aug 07, 2024
  • Lister Anggun Cahyanto

KIM SiBejo - Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup dalam segala aspek kehidupan. Membaca dan memahami Al-Quran dengan baik merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Salah satu cara yang efektif untuk menanamkan kecintaan dan pemahaman terhadap Al-Quran adalah melalui lomba tartil.

Memasuki hari pertama, telah dilaksanakan lomba di cabang Tartil, yang bertempat di Pendopo Balai Desa Sidorejo.Lomba tersebut diikuti sebanyak kurang lebih 30 anak peserta. Penanggung Jawab Lomba Tartil Quran tingkat SD/MI Bapak Edi Musrofa mengatakan, bahwa dalam rangkaian memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 79 Kemerdekaan RI di Desa Sidorejo, pihak panitia berinisiatif melaksanakan Lomba Tartil Quran, bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan anak didik kita, khususnya siswa SD/MI dalam membaca Al-Quran. Sedangkan kriteria penilain yang ditentukan, meliputi Mahroj, Tajwid, Pasaha atau kelancaran membaca, serta Adab.

"Tartil berasal dari kata "rattil" yang berarti membaca Al-Quran dengan pelan dan jelas sesuai dengan kaidah tajwid. Membaca Al-Quran secara tartil tidak hanya tentang melafalkan huruf dan ayat dengan benar, tetapi juga tentang memahami makna dan menghayati pesan-pesan yang terkandung di dalamnya,"jelasnya.

Mengikuti lomba tartil memiliki banyak manfaat, antara lain Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Quran, Peningkatan Pemahaman Agama, Pengembangan Kepercayaan Diri,Peserta yang berprestasi dalam lomba tartil biasanya mendapatkan penghargaan yang dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengamalkan Al-Quran. 

Lomba tartil merupakan salah satu upaya yang sangat baik untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman terhadap Al-Quran. Dengan mengikuti lomba ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita dukung dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Al-Quran, demi terciptanya masyarakat yang Qurani.
(KIM SiBejo/Lyster).