RUBUHA Menjadi Langkah Inovatif Gapoktan Makmur Rejo di Desa Sidorejo Atasi Hama Tikus.
- Jul 22, 2024
- Lister Anggun Cahyanto
KIM SiBejo - Sidorejo, adalah sebuah desa yang subur dan produktif, belakangan ini menghadapi masalah serius dengan hama tikus yang mengancam hasil pertanian. Untuk mengatasi masalah ini, Gapoktan Makmur Rejo telah mengambil langkah inovatif dengan membangun Rumah Burung Hantu (RUBUHA).
Mengapa Burung Hantu?
Burung hantu dikenal sebagai predator alami tikus. Mereka memiliki kemampuan berburu yang sangat baik, terutama di malam hari ketika tikus paling aktif. Dengan kehadiran burung hantu, populasi tikus dapat dikendalikan secara alami tanpa perlu menggunakan bahan kimia berbahaya yang bisa merusak lingkungan.
Dihari yang cerah ini,di depan rumah Ketua RT 14 Dusun Penggung Lor , diadakan Pembuatan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) oleh Gapoktan Makmur Rejo di Desa Sidorejo. Pembangunan RUBUHA dilakukan dengan melibatkan Gapoktan dan masyarakat setempat. Rumah-rumah burung hantu ini dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan ramah lingkungan, seperti kayu dan bambu. Lokasinya pun dipilih dengan hati-hati agar strategis dan menarik bagi burung hantu untuk bersarang dan bertengger di sana.
Saat diwawancarai setelah acara selesai Wawan , sebagai anggota Gapoktan mengatakan, " Dengan adanya burung hantu, penggunaan pestisida kimia dapat dikurangi secara signifikan, yang berdampak positif bagi kesehatan tanah dan keberlanjutan pertanian. Selain itu peningkatan populasi burung hantu juga berkontribusi pada keseimbangan ekosistem lokal. Petani dapat menghemat biaya yang biasanya dikeluarkan untuk membeli pestisida," katanya.
Harapan kedepannya, dengan langkah ini, Gapoktan Makmur Rejo dapat menciptakan model pengelolaan hama yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain yang menghadapi masalah serupa.
Gapoktan Makmur Rejo di Desa Sidorejo telah membuktikan bahwa solusi alami dan inovatif seperti RUBUHA dapat menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, mereka terus berupaya menjaga keseimbangan alam demi masa depan yang lebih baik. (KIM SiBejo/Lyster)