Dampak Positif Program PMT: Meningkatkan Status Gizi Ibu Hamil dan Balita di Desa Sidorejo

  • Jul 31, 2024
  • Lister Anggun Cahyanto

KIM SiBejo - Dalam upaya meningkatkan status gizi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita dengan gizi kurang, Puskesmas Sumbersari mengadakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Desa Sidorejo. Program ini melibatkan 37 anak balita yang terdata mengalami gizi kurang serta ibu hamil yang berada dalam kondisi KEK. Rabu,(31/07/24). 

Pemberian makanan tambahan dengan bahan-bahan berbasis lokal dengan standarisasi kandungan gizi yg ditetapkan, dan diolah oleh kader yg terlatih.
Sasaran nya adalah Balita yg gizi kurang selama 56 hari dan ibu hamil KEK selama 120 hari. 
Kegiatannya berupa pemberian kudapan juga makan bersama setiap seminggu sekali dengan pengukuran BB & TB utk memonitoring tumbuh kembang selama mendapat PMT.
Harapannya tidak ada lagi Balita stunting yg baru. Karena SDH melakukan intervensi pencegahan dengan PMT lokal.

Kegiatan ini diawali dengan Identifikasi Sasaran Data ibu hamil KEK dan balita gizi kurang yang dikumpulkan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Sumbersari.
Kemudian dilanjut Penyediaan Bahan Pangan Lokal oleh Tim kesehatan yang bekerja sama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyediakan bahan pangan lokal seperti kacang hijau, sayuran hijau, ikan, dan buah-buahan.

Bersama ahli gizi, tim kesehatan menyusun menu PMT yang sesuai dengan kebutuhan gizi sasaran. Menu ini disesuaikan dengan bahan pangan yang tersedia di desa. Kemudian lanjut makan bersama diadakan secara berkala, dimana ibu hamil dan balita gizi kurang berkumpul untuk menikmati hidangan bergizi. Ini juga menjadi ajang edukasi dan sharing antar peserta tentang pentingnya gizi.

Kepala Puskesmas Sumbersari Gim Tatik Sugiyarti, S.Kep.Ns mengatakan dalam sambutannya, "Masalah gizi kurang pada balita dan KEK pada ibu hamil masih menjadi tantangan di banyak wilayah pedesaan, termasuk di Desa Sidorejo. Kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan anak dan kesehatan ibu hamil. Oleh karena itu, intervensi melalui PMT menjadi sangat penting untuk meningkatkan asupan gizi dan kesehatan mereka," ungkapnya. 

" Meski begitu, program ini tidak lepas dari tantangan seperti keterbatasan bahan pangan pada musim tertentu dan kurangnya pengetahuan awal masyarakat tentang gizi. Namun, dengan pendekatan yang persuasif dan edukatif, serta kerjasama yang baik antara tim kesehatan dan masyarakat, tantangan ini dapat diatasi,"tambahnya.

Program PMT berbasis pangan lokal di Desa Sidorejo merupakan salah satu contoh sukses intervensi gizi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan dukungan berkelanjutan dan penyesuaian program sesuai kebutuhan lapangan, diharapkan masalah gizi kurang pada balita dan KEK pada ibu hamil dapat diminimalisir secara signifikan.(KIM SiBejo/Lyster).