Bimtek Pemerintah Desa untuk Penanggulangan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Lumajang

  • Oct 20, 2024
  • Lister Anggun Cahyanto

KIM SiBejo  - Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) yang difokuskan pada upaya penanggulangan anak tidak sekolah di tingkat desa. Kegiatan ini melibatkan Operator Desa, Pokja PKK dan Himpaudi dari 7 desa se Kecamatan Rowokangkung untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengidentifikasi serta menangani anak-anak yang putus sekolah atau tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

Bimtek yang diadakan di Korwil Kecamatan Rowokangkung ini merupakan bagian dari program yang digagas oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang dengan dukungan dari pemerintah daerah serta beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM). Tujuannya adalah memastikan agar setiap anak di Kabupaten Lumajang mendapatkan akses pendidikan yang layak, sesuai dengan program nasional Wajib Belajar 12 Tahun. Jumat, (18/10/24). 

Perwakilan dari Bappeda kabupaten Lumajang, Bapak Agung menyampaikan pentingnya keterlibatan pemerintah desa dalam mengatasi masalah anak tidak sekolah. "Pemerintah desa memiliki peran penting karena mereka berada di garda terdepan yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Melalui Bimtek ini, kami berharap perangkat desa lebih proaktif dalam melakukan pendataan dan pengawasan terhadap anak-anak yang rentan putus sekolah," ujar beliau dalam sambutannya.

Bimtek ini mencakup berbagai materi, antara lain teknik pendataan anak tidak sekolah, cara berkoordinasi dengan sekolah dan lembaga terkait, hingga pengenalan program beasiswa dan bantuan pendidikan yang bisa diakses oleh masyarakat. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, orang tua, dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak untuk belajar.

Salah satu perangkat desa yang mengikuti Bimtek, Ibu Aviv dari Desa Sidorejo mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi desa-desa yang selama ini kesulitan dalam mengatasi masalah anak tidak sekolah. "Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi lebih tahu bagaimana cara melakukan pendekatan kepada keluarga yang anaknya tidak sekolah dan bagaimana mencari solusi agar anak-anak bisa kembali melanjutkan pendidikan mereka," katanya. 

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap dengan pelatihan ini, desa-desa di seluruh wilayah kabupaten bisa lebih aktif dalam mendukung program pendidikan nasional, terutama dalam mengurangi jumlah anak yang tidak sekolah. Program ini juga diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk lebih serius dalam menangani isu pendidikan di tingkat desa.

Dengan sinergi yang baik antara pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat, Kabupaten Lumajang optimis dapat mencapai target penurunan angka anak tidak sekolah secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (KIM SiBejo/Lyster).