Kecamatan Rowokangkung Apresiasi Ide Inovatif Gapoktan Makmur Rejo Desa Sidorejo dalam Membuat Rumah Burung Hantu (RUBUHA) untuk Mengurangi Hama Tikus.
- Jul 22, 2024
- Lister Anggun Cahyanto
KIM SiBejo - Senin,(22/07/24). Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, baru-baru ini memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi inovatif yang dilakukan oleh Gapoktan Makmur Rejo dari Desa Sidorejo. Ide kreatif ini berupa pembangunan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) sebagai upaya untuk mengurangi populasi hama tikus yang mulai mengganggu kawasan pertanian di desa tersebut.
Burung hantu, yang dikenal sebagai predator alami tikus, menjadi bagian integral dari solusi yang diusulkan Gapoktan Makmur Rejo. Dengan adanya RUBUHA, diharapkan burung hantu dapat berkembang biak dan membantu mengendalikan populasi tikus secara alami, tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan manusia.
Perwakilan dari Kecamatan Rowokangkung mengungkapkan kekagumannya terhadap ide tersebut. Menurutnya, langkah ini tidak hanya inovatif tetapi juga menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab komunitas terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan bahwa inisiatif seperti ini perlu didukung dan dikembangkan lebih lanjut agar dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di kecamatan tersebut.
Gapoktan Makmur Rejo sendiri mengungkapkan bahwa ide pembuatan RUBUHA berawal dari ramah mereka untuk meningkatkan serangan tikus yang mengakibatkan kerugian besar bagi para petani. Setelah melakukan berbagai penelitian dan diskusi, mereka memutuskan untuk mengadopsi pendekatan alami dengan memanfaatkan burung hantu sebagai solusi.
Hasil awal dari penerapan RUBUHA menunjukkan tanda-tanda positif. Beberapa petani melaporkan bahwa serangan tikus di lahan mereka mulai berkurang sejak burung hantu mulai menghuni RUBUHA. Hal ini tentu memberikan harapan baru bagi para petani untuk meningkatkan hasil panen mereka tanpa harus khawatir dengan hama tikus.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, diharapkan dapat memperluas implementasi RUBUHA ini. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak petani dan mendukung ketahanan pangan di daerah tersebut.(KIM SiBejo/Lyster).