Upaya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Atasi Stunting.

  • Jul 15, 2024
  • Lister Anggun Cahyanto

KIM SiBejo - Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah usia lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada tinggi badan yang lebih pendek dari standar usia, tetapi juga pada perkembangan kognitif anak. Salah satu upaya yang efektif dalam penanggulangan stunting adalah dengan pemberian makanan tambahan (PMT).

Hari  ini, Senin,(15/07/24). Pemerintah Desa Sidorejo Bersama Puskesmas Sembersari menyelenggarakan acara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai usaha Percepatan Atasi Stunting. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo,Perangkat Desa, Kepala Puskesmas Sumbersari beserta jajarannya, Babinsa,Babinkamtibnas, serta ibu-ibu posyandu.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah program yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Program ini mencakup pemberian makanan yang kaya akan nutrisi esensial seperti protein, vitamin, dan mineral yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Jenis makanan tambahan yang diberikan dalam program PMT ini meliputi, Bubur Bergizi, telur, Biskuit Bernutrisi, Susu Formula, Vitamin dan Suplemen Mineral. 

Kepala Puskesmas Sumbersari, Gim Tatik Sugiyarti S.Kep.Ns, berkata " Dampak dari pemberian makanan tambahan yang tepat dan teratur dapat memberikan beberapa dampak positif, yang salah satunya adalah Peningkatan Status Gizi, karena anak-anak yang menerima PMT menunjukkan peningkatan status gizi, yang dapat mengurangi risiko stunting dan berujung pada penurunan Angka Stunting," katanya.

Program PMT yang efektif dapat berkontribusi pada penurunan jumlah stunting di dalam masyarakat, karena Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius dan membutuhkan penanganan yang komprehensif. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan salah satu solusi yang efektif dalam upaya penanggulangan stunting. Melalui identifikasi anak berisiko, edukasi gizi, distribusi makanan tambahan, serta monitoring yang ketat, diharapkan stunting dapat berkurang secara signifikan. (KIM SiBejo/Lyster).