Rumah Burung Hantu (RUBUHA) di Area Persawahan Sidorejo, Apresiasi dari Pemerintah Kecamatan
- Aug 13, 2024
- Lister Anggun Cahyanto
KIM SiBejo - Inisiatif pemasangan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) di Areal Persawahan Desa Sidorejo mendapatkan apresiasi besar dari pemerintah Kecamatan. Acara yang dihadiri oleh,Ibu Camat beserta stafnya,Babinsa,Kepala Desa Sidorejo, Dinas Pertanian,Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Pengurus Poktan se-Sidorejo, Ketua Gapoktandes 7 Desa,serta Mahasiswa KKN UBI dan STIB Banyuwangi ini merupakan bagian dari upaya pengendalian hama tikus yang kerap menjadi momok bagi para petani di wilayah ini. Langkah ini tidak hanya dilihat sebagai solusi ekologis yang efektif, tetapi juga sebagai langkah inovatif dalam mempertahankan keberlanjutan pertanian di Sidorejo. Selasa,(13/08/24).
RUBUHA adalah rumah buatan yang dipasang di area persawahan untuk menarik burung hantu agar tinggal dan berkembang biak. Burung hantu dikenal sebagai predator alami tikus, yang merupakan hama utama bagi tanaman padi. Dengan adanya RUBUHA, populasi tikus dapat dikendalikan tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan.
Camat Rowokangkung, Ibu Nira Fitri Aviana, dalam sambutannya pada acara peresmian RUBUHA, menyatakan kebanggaannya terhadap langkah yang diambil oleh para Petani, Gapoktan dan Pemerintah Desa . “Inisiatif ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya tindakan prefentif untuk menjaga keseimbangan ekosistem dalam praktik pertanian. Kami dari pihak kecamatan sangat mendukung program ini dan berharap dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Lumajang," ucapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Gapoktan Desa Sidorejo,Bapak Nur Rohman, juga memberikan apresiasinya. “Pemasangan RUBUHA ini merupakan solusi jangka panjang yang tidak hanya menguntungkan petani tetapi juga ramah lingkungan.”
Pemasangan RUBUHA di Sidorejo telah melibatkan berbagai pihak, termasuk Kelompok Tani,Babinsa dan Masyarakat setempat. Tidak hanya itu, sosialisasi terkait pentingnya melestarikan burung hantu juga dilakukan agar masyarakat memahami manfaat dari kehadiran predator alami ini.
Salah satu petani yang terlibat, Pak Budi Santoso, mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka sering mengalami kerugian akibat serangan tikus yang merusak tanaman. Namun, setelah RUBUHA dipasang, ia merasakan penurunan signifikan dalam jumlah tikus di sawahnya. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah mendukung program ini. Hasil panen kami semakin membaik dan kerugian akibat tikus semakin berkurang,” ungkapnya.
Keberhasilan pemasangan RUBUHA di Sidorejo diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain untuk mengadopsi metode ini. Pemerintah Kecamatan dan Dinas Pertanian berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang berkelanjutan dan ramah lingkungan guna meningkatkan kesejahteraan para petani dan menjaga kelestarian alam.(KIM SiBejo/Lyster).