Perpustakaan Desa Sidorejo Siap Bersinar sebagai Pusat Pembelajaran Inklusif
- Oct 15, 2024
- Lister Anggun Cahyanto
KIM SiBejo - Dalam rangka mendukung peningkatan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial terus melanjutkan kegiatannya dengan mengadakan Peer Learning Meeting (PLM). Kegiatan ini diadakan untuk memperkuat kapasitas para pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan serta Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dalam menghadapi tantangan dan peluang yang dihadapi di era digital serta memberikan inspirasi dalam pengembangan perpustakaan yang inklusif dan ramah bagi seluruh kalangan.
PLM kali ini dilaksanakan di Perpustakaan Kota Kabupaten Lumajang dengan menghadirkan sejumlah peserta dari berbagai daerah. Mereka datang dengan semangat berbagi pengalaman, belajar bersama, dan memperkaya wawasan terkait pengelolaan perpustakaan. Salah satu fokus utama dari pertemuan ini adalah bagaimana perpustakaan bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu mengakomodasi kebutuhan pembelajaran semua kelompok umur dan latar belakang, terutama dalam situasi pascapandemi yang menuntut transformasi digital dan keterbukaan akses informasi. Selasa,(15/10/24).
Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial bertujuan untuk memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang inklusif yang tidak hanya menyediakan akses buku, tetapi juga memberikan keterampilan, pelatihan, dan dukungan kepada masyarakat dalam berbagai bidang, seperti kewirausahaan, keterampilan digital, literasi keuangan, hingga pemberdayaan perempuan.
Dalam acara PLM ini, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan program inklusi sosial di perpustakaan masing-masing. Selain itu, sesi berbagi praktik baik juga menjadi salah satu agenda utama. Beberapa perpustakaan desa yang sudah berhasil menerapkan inovasi berbasis inklusi sosial berbagi kisah sukses mereka, seperti program pelatihan digital untuk ibu rumah tangga, bimbingan belajar gratis bagi anak-anak kurang mampu, serta kolaborasi dengan komunitas lokal untuk mengembangkan usaha mikro di tingkat desa.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kearsipan & Perpustakaan
Kabupaten Lumajang, Indra Wibowo Leksana,S.Sos.MM yang memberikan dukungan penuh terhadap transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. "Perpustakaan harus menjadi tempat yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era modern ini. Program ini akan membantu perpustakaan untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari," ujar beliau.
Pada akhir acara, para peserta sepakat untuk terus memperkuat jaringan dan kolaborasi antarperpustakaan desa dan TBM guna saling mendukung dalam pelaksanaan program ini di daerah masing-masing. Dengan adanya Peer Learning Meeting ini, diharapkan perpustakaan desa dan TBM dapat terus berkembang dan berinovasi untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, serta mampu menjadi pusat transformasi sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan PLM ini, diharapkan perpustakaan desa dan TBM di seluruh Indonesia semakin siap untuk menjalankan fungsinya sebagai pusat pembelajaran yang inklusif, berdaya guna, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang untuk berkumpul, belajar, dan berbagi informasi yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.(KIM SiBejo/Lyster).