Pemasangan RUBUHA Merupakan Langkah Awal Menuju Pertanian Berkelanjutan

  • Aug 14, 2024
  • Lister Anggun Cahyanto

KIM SiBejo - Babinsa (Bintara Pembina Desa), Kelompok Tani (Poktan), dan masyarakat sekitar kembali melaksanakan aksi gotong royong untuk memasang RUBUHA (Rumah Burung Hantu) di area persawahan desa Sidorejo. Kegiatan ini merupakan langkah lanjut dari program pengendalian hama tikus yang telah dicanangkan sebelumnya.

Pemasangan RUBUHA di area persawahan diharapkan dapat menjadi solusi alami dalam mengendalikan populasi tikus yang sering merusak tanaman padi. Burung hantu, sebagai predator alami tikus, diharapkan akan menempati RUBUHA yang dipasang sehingga populasi tikus dapat ditekan secara efektif tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

Kegiatan pemasangan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Babinsa, yang memberikan arahan dan bantuan tenaga, hingga Poktan yang berperan aktif dalam pelaksanaan di lapangan. Tak ketinggalan, masyarakat sekitar juga antusias turut serta dalam gotong royong ini, sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap kelangsungan hasil panen yang menjadi sumber mata pencaharian mereka. Rabu,(14/08/24). 

Menurut Babinsa Sidorejo, Kopda Ali Ridwan, pemasangan RUBUHA ini merupakan upaya preventif yang sangat penting. "Dengan adanya RUBUHA, kami berharap dapat menurunkan tingkat serangan hama tikus secara signifikan. Ini adalah langkah yang ramah lingkungan dan juga ekonomis bagi para petani," ujarnya.

Ketua Gapoktan Sidorejo, Bapak Nur Rohman, menyatakan bahwa program ini sudah menunjukkan hasil positif di beberapa area persawahan yang sudah lebih dahulu dipasang RUBUHA. "Tikus-tikus mulai berkurang, dan kami bisa melihat peningkatan kualitas tanaman padi. Kami akan terus mengembangkan program ini di seluruh area sawah," jelasnya.

Masyarakat sekitar menyambut baik program ini dan berharap langkah tersebut dapat terus berlanjut di musim tanam berikutnya. Mereka menyadari pentingnya partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan hasil pertanian mereka.

Tindakan lanjut pemasangan RUBUHA ini menunjukkan sinergi yang kuat antara Babinsa, Poktan, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan desa Sidorejo. Program ini juga menjadi contoh konkret bahwa dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, solusi alami dan berkelanjutan bisa diterapkan untuk kesejahteraan bersama.

Kedepannya, Babinsa dan Poktan berencana untuk terus memantau efektivitas RUBUHA dan memberikan pelatihan lebih lanjut kepada masyarakat terkait pengelolaan hama secara alami. Harapannya, Sidorejo bisa menjadi desa percontohan dalam penerapan metode pertanian ramah lingkungan di wilayah sekitarnya.(KIM SiBejo/Lyster