Cegah Stunting Dengan Posyandu..!!!
- Jul 12, 2024
- Lister Anggun Cahyanto
KIM SiBejo - Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak. Oleh karena itu, pencegahan stunting menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan masa depan generasi muda Indonesia.
Sedangkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang dikelola oleh masyarakat dengan dukungan tenaga kesehatan. Posyandu memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan stunting melalui pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian imunisasi, suplementasi gizi, serta edukasi bagi orang tua tentang pentingnya pola makan dan kesehatan anak.
Hari ini, Kamis,(11/07/24). Tim Percepatan Penurunan Stunting ( TPPS ) , Kecamatan Rowokangkung melakukan monitoring kegiatan Intervensi Serentak Penurunan Stunting (ISPS) di Posyandu Nusa Indah Desa Sidorejo. Dengan didampingi TP PKK Desa Sidorejo memantau pelaksanaan Posyandu dengan 5 meja/langkahnya. Sasarannya adalah seluruh Balita wilayah Posyandu datang ke posyandu rutin setiap bulan , demikian juga dengan Bumil dan Catin.
Pelaksanaan intervensi serentak di Posyandu bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penanganan stunting. Intervensi ini melibatkan berbagai pihak seperti, tenaga kesehatan, dan masyarakat secara terkoordinasi.
Beberapa langkah penting dalam pelaksanaan intervensi serentak untuk pencegahan stunting di Posyandu yaitu, Pemetaan dan Identifikasi Sasaran, Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu, Pemberian Suplementasi Gizi, Penguatan Edukasi dan Penyuluhan, danyang tsk kalah pentingnya yaitu Pemantauan serta evaluasi Secara Berkala untuk mendeteksi adanya tanda-tanda stunting sedini mungkin. Evaluasi berkala juga penting untuk mengukur efektivitas program intervensi dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Saat membersamai kegiatan tersebut Ketua TP PKK Desa Sidorejo Gim Tatik Sugiyarti S.Kep.Ns mengatakan," Dengan pemetaan yang tepat, peningkatan kapasitas kader, suplementasi gizi, edukasi yang berkelanjutan, serta pemantauan dan evaluasi berkala, diharapkan angka stunting dapat ditekan secara signifikan. Upaya ini tidak hanya berkontribusi pada kesehatan anak, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan," katanya.(KIM SiBejo/Lyster).