Berlatih Menari, Anak-anak Sekolah Dasar Menyambut HUT RI 79, Simbol Kearifan Lokal yang Harus Dilestarikan

  • Aug 16, 2024
  • Lister Anggun Cahyanto

KIM SiBejo - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79, mahasiswa KKN mengadakan latihan tari tradisional sebagai bagian dari rangkaian perayaan Pentas Seni mendatang. Kegiatan ini tidak hanya sekadar untuk memeriahkan suasana, tetapi juga merupakan upaya untuk melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Latihan tari yang diikuti oleh anak-anak Sekolah Dasar yang menggambarkan semangat kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat Sidorejo. Mereka berlatih setiap sore di balai desa dengan penuh antusias, dipandu oleh Mahasiswa KKN yang memiliki pengalaman dalam seni tari tradisional. Kamis,(15/08/24). 

Salah satu tari yang menjadi pusat perhatian adalah Tari Re re re, sebuah tarian khas Jawa yang memadukan gerakan lemah gemulai dengan irama musik gamelan. Tari ini dipilih karena memiliki nilai filosofis yang kuat dan mencerminkan keindahan serta kelembutan budaya Jawa.

Kepala Desa Sidorejo, Drs.Heru Subiantoro mengatakan saat diwawancarai ,“Kegiatan ini penting untuk menjaga warisan leluhur kita. Anak-anak muda harus mengenal dan mencintai budaya sendiri, agar tidak terlindas oleh arus modernisasi,” katanya. Ia menambahkan, pelestarian budaya lokal melalui tari adalah bentuk nyata dari rasa cinta tanah air yang seharusnya diwariskan kepada generasi berikutnya.

Latihan ini juga mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Banyak yang datang untuk menyaksikan, memberikan dukungan, bahkan tak jarang ikut serta dalam gerakan tari. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian masyarakat Sidorejo terhadap pelestarian budaya.

“Kami berharap, dengan kegiatan seperti ini, generasi muda dan anak-anak akan lebih mengenal dan mencintai budayanya sendiri. Selain itu, ini juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga,” tutur salah satu mahasiswa KKN yang juga terlibat dalam pelatihan tersebut.

Menjelang HUT RI ke-79, latihan tari ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan dan pelestarian kearifan lokal di tengah arus globalisasi yang kian kuat. Dengan menjaga dan melestarikan budaya tradisional, masyarakat Sidorejo menunjukkan bahwa nasionalisme tidak hanya dapat diekspresikan melalui simbol-simbol modern, tetapi juga melalui penghargaan terhadap warisan leluhur.

Perayaan HUT RI ke-79 di Sidorejo akan menjadi lebih bermakna dengan kehadiran tari-tarian tradisional yang memperkaya nilai budaya dan memperkuat identitas bangsa. Ini adalah warisan yang harus terus dilestarikan agar generasi mendatang tetap bisa menikmati dan menghargai kekayaan budaya Indonesia.(KIM SiBejo/Lyster).